WrC, Sejarahmu

Berawal di tahun 2016, ketika seorang Diba Tesi Zalziyati giat menulis setiap hari. Kemudian membuat sebuah grup bernama Tip Nulis & Bisnis (TNB) 26. Saat itu masih berafiliasi dengan Indscript.

Namun, TNB 26 menjadi group yang sepi. Akhirnya berubah nama menjadi Emak Butuh Ilmu (EBI) dan tidak lagi menjadi bagian Indscript.

Tetapi lagi, lagi, menjadi admin grup dengan peserta yang tidak saling mengenal itu tidak mudah. Group tetap sepi.

Kemudian dibuatlah sebuah tantangan menulis bagi anggota EBI. Saat itu yang mengikuti 19 anggota. Tantangan itu diberi nama Writing Challenge. Disingkat menjadi WrC, yang merupakan saran dari Irma Cantika, salah seorang peserta WrC angkatan pertama.
WrC batch 1 mengudara pertama kali, 4 Oktober 2017. Melalui media sosial Facebook.

Bagi anggota yang menjadi peserta tantangan menulis itu ‘disarankan’ melakukan like dan comment (LC) di setiap tulisan teman peserta lainnya.

Hasilnya, ternyata tidak hanya saling mengenal, namun laman FB peserta menjadi ramai, hingga ada yang ‘closing’ jualannya, mendapatkan reseller, dan sebagian besar merasa memiliki ikatan yang sangat kuat layaknya sebuah keluarga.

Namun, perbedaan kesibukan dan prioritas, akhirnya membuat beberapa peserta WrC batch 1 memilih tidak aktif, tetapi ada beberapa yang bertahan. Perpisahan pun tak terelakkan.

Berusaha menjaga WrC tetap ada. Diba Tesi Zalziyati membangun WrC dengan segala aturan yang dianggap layak saat itu.

WrC dengan sistem pembayaran seikhlasnya mengedukasi para pebisnis dan penulis yang sudah mapan, untuk berbagi, mensubsidi mereka yang hanya bisa membayar semampunya. Semua mendapatkan berkah dari kegiatan ini, Insyaallah.

Tentunya membesarkan sebuah komunitas tidaklah mudah. WrC dalam perkembangannya beberapa kali berubah formasi dan pengurus. Bahkan beberapa kali ujian berat dialami oleh WrC.

Memberikan kesan sedih karena pertemanan yang harus berakhir, ukhuwah yang terputus. Sesuatu yang tak bisa dihindari karena untuk tetap bersama, bahkan dengan pasangan, harus mempunyai visi, misi, dan tujuan yang sama.

Hingga di WrC Batch 16, perubahan besar terjadi di WrC, dimulai dari sistem, program, duta, dan pucuk kepemimpinan yang diemban oleh Presiden WrC Dyah Kartika Kurniasari.

WrC bergerak, maju, dan mengikuti perkembangan zaman. Doakan WrC bisa menemani Sahabat WrC dan WrClicious dalam mengembangkan bisnis, berkarya lewat tulisan demi satu tujuan, rida Allah.

Doa yang selalu dipanjatkan Tim WrC, suatu hari nanti, kisah pertemanan yang terputus akan terjalin lagi. Meskipun bisa jadi juga tidak. Jangan pernah melupakan kenangan indah yang sudah tercipta, jangan sampai terlewat pelajaran yang diberikan oleh Allah dan tetaplah berusaha menjadi pribadi yang lebih bijaksana.

Karena sesuai dengan tagline WrC yaitu Berproses, Berbagi, Beradab.

WrC akan berusaha memberikan kontribusi terbaik untuk bangsa ini.

  •  
  •  
  •  
  •  
  •